Review: Sony Alpha 7R, Kamera Mirrorless Sensor Full Frame

Semenjak pertengahan tahun lalu hingga tahun ini, kehandalan kamera mirroless sudah tidak bisa di sepelekan lagi. Dulu kamera mirrorless memang bagus tapi tidak bisa disandingkan dengan kemampuan kamera DLSR misalnya, tapi sekarang sudah tidak demikian. Kemampuan kamera mirrorless sudah bisa mengimbangi kamera DLSR. Dulu kamera mirrorless keteteran soal kecepatan frames per second
tapi sekarang tidak, dulu kamera mirrorless keteteran soal noise dan low-light tapi sekarang tidak. Bahkan bila berbicara sensor full frame, keluarga mirror less juga tak absen. Berikut ini penulis menyajikan review kamera mirrorless full frame yang bernama Sony Alpha 7R.

7r_1

7r_2

Spesifikasi:

  • Material Bodi: Magnesium alloy (SLR-style mirrorless)
  • Dimensi: 127 x 94 x 48 mm
  • Berat: 465 g
  • Resolusi: 36 megapixels
  • Sensor: CMOS, Full frame (35.9 x 24 mm)
  • Processor: Bionz X
  • Kecepatan rana: 4 fps
  • Viewfinder: Electronic (100%)
  • ISO: Auto, 100 – 25600
  • AF: 25 titik seleksi
  • LCD monitor: 3″ Tilting
  • Koneksi: USB 2.0, HDMI, Wireless, Remote Control (via smartphone)
  • Ukuran gambar: max. 7360 x 4912
  • Format file: JPG, RAW, MPEG-4
  • Slot memori: SD
  • Mode penembakan: Auto, Program, Aperture priority, Shutter priority, Manual
  • White balance: 10
  • Lensa: Sony E (NEX)
  • Pilihan warna: hitam

Kelengkapan:

  • Kamera
  • Kabel charger
  • Kepala charger
  • Tali kamera
  • (belum termasuk lensa)

Lensa (beli terpisah dari kamera):

  • Sony Vario-Tessar T* FE 24-70mm f4 ZA OSS

7r_3

Sony Alpha 7R (seri A7) memiliki desain yang bisa dikatakan minimalis, tidak terlalu ramai akan tombol-tombol. Semua ditata rapih sehingga terlihat mudah untuk digunakan, bagi para pemula pun dapat dengan cepat mengerti cara menggunakannya. Bila dibandingkan dengan kamera mirrorless sekelasnya bentuk Alpha 7R tidak terlihat gemuk, malah terlihat ramping, namun terlihat lebih tinggi karena posisi Viewfinder-nya yang berada diposisi agak keatas.

7r_4

7r_5

Bodi warna hitam mengkilat yang bermaterialkan Magnesium alloy ini, membuat kamera Sony Alpha 7R terlihat kuat dan terasa kokoh. Memang terasa sedikit berat dibanding kamera-kamera mirrorless pada umumnya. Posisi tempat batere berada dibagian bawah dan untuk memasukan kartu memori, slotnya terdapat di samping, keduanya memiliki tutupan yang rapih. Kamera ini belum disertai lampu flash, kita harus membeli terpisah untuk flash eksternalnya. Tipe flash yang cocok untuk Sont Alpha 7R adalah HVL-F20M (yang ukuran kecil) atau HVL-F60M (ukurang yang besar), rekomendasi penulis ambil flash yang ukuran besar, bisa daya sinar yang dipancarkan jauh lebih banyak dan kita dapat men-settingnya bila ingin pancaran sinar yang sedikit, tapi memang dengan ukuran bentuk flash yang besar menjadikan kamera ini tambah berat, bila berbicara soal berat maka flash ukuran kecil pertimbangan bagus untuk dimiliki.

7r_6

7r_7

Didalam mengatur tata letak tombol-tombol, Sony sangat rapih menatanya, di Alpha 7R semua tombol pengaturan berada di sebelah kanan, yang artinya tangan kanan mengendalikan penuh semua pengoperasian setting-setting kamera, pada sisi kiri kamera hanya ada satu tombol saja yaitu tombol Menu, berbeda dengan konsep kamera DLSR pada umumnya yang memiliki tombol disegala bidang pada kamera. Tombol power on/off berada dibagian atas sebelah kanan, sedikit diputar pada tuas untuk men-jepret ke posisi ON maka kamera langsung menyala, kamera butuh loading sekitar 2 detik dari posisi OFF hingga ke posisi siap men-jepret.

7r_8

Tombol mode foto terletak disebelah tombol power on/off. Mode yang bisa dipilih P, A, S, M, 1 2, Video, Panoramic, SCN dan Auto. Bagi para pengguna kamera DLSR mungkin sedikit bingung bila ingin mencari settingan BULB, yang biasanya tersedia berbarengan dengan tombol settingan P, A, S dsb. Untuk men-setting ke mode BULB, silakan set ke mode M (Manual), lalu speednya kamu geser mentok ke kiri hingga muncul tulisan BULB (setelah angka 30″).

7r_9

Viewfinder elektronik yang begitu memukau, apa yang kita lihat di LCD bisa diliat pula di layar bidikan Viewfinder, bahkan untuk melihat hasil jepretan foto-foto kita juga bisa dilihat dari layar Viewfinder. Tidak hanya itu, kamera ini juga disertai fitur Spirit Level (fitur untuk kesejajaran lurus vertikal/horizontal), mungkin sudah banyak kamera digital yang menyematkan fitur ini tapi Sony Alpha 7R ini Spirit Level juga bisa dilihat dari layar bidikan Viewfinder. Jadi bila mata kita sudah dalam bidikan sudah tidak perlu lagi melihat kesana kemari, karena cukup melalui layar Viewfinder semua fungsi bisa dilihat.

7r_10

LCD yang dapat di tekak-tekuk, hal ini sangat membantu kita bila kita ingin mengambil gambar dengan posisi dari atas atau agak kebawah sekalipun, kita tidak perlu bersusah mencari pijakan tinggi atau bersusah jongkok bahkan harus terlentang dibawah untuk beberapa sudut pandang tertentu, cukup dengan menarik layar LCD lalu tekuk keatas atau kebawah sesuai yang diinginkan.

7r_11

7r_12

Kamera mirrorless Sony Alpha seri 7 (7, 7R dan RS) adalah satu-satunya tipe kamera mirrorless yang mengusung sensor kamera Full Frame, pada umumnya kamera mirrorless menggunakan sensor APS-C, yang artinya sensor yang digunakan Sony Alpha 7R ini adalah jenis sensor yang besar, dapat memuat detil gambar lebih banyak, apalagi tipe Sony Alpha 7R menggunakan kekuatan 36 megapixels, selain detil
gambar yang banyak juga menyimpan file yang gemuk. Bila menengok ke jenis kamera DLSR pun tidak semua kamera DLSR menggunakan sensor Full Frame, seperti di Canon hanya tipe 6D, 5D dan 1D, sedangkan di Nikon tipe D800 dan D4, dan sebagainya. Kamera-kamera yang  dapat mengambil gambar Full Frame biasanya sudah identik dengan kehandalan low-light (cahaya rendah), warna yang lebih tajam dan detil. Untuk kamera Sony Alpha 7R ini, hasil gambarnya sangat memukau, dapati disandingkan dengan hasil gambar dari kemera papan atas DLSR, bahkan menurut penulis hasil gambar dari Sony Alpha 7R ini sedikit lebih baik dibanding kamera DLSR Full Frame yang sekelasnya.

7r_13

Contoh hasil jepretan:

Untuk merekam video, penulis merasakan Sony Alpha 7R sangat baik sekali, anti goncangnya sangat membantu agar video yang direkam tidak banyak goncangan-goncangan kecil, bila posisi tangan kita benar-benar nyaman serasa kita merekam video menggunakan Tripod, begitu tenang dan halus. Daya rekam suaranya pun sangat baik, begitu jelas, bahkan kita dapat menghilangkan suara akibat deru
angin yang suka mengganggu penangkapan rekam suara. Kualitas warna nya puna sangat tajam dan jelas. Format video dapat kita pilih melalui menu, mau format MP4 atau AVCHD.

Untuk memindahkan file hasil jepretan maupun video ke komputer kita dapat melakukannya dengan menggunakan kabel data USB yang disediakan, atau lepas kartu memori lalu colok ke Card Reader kemudian dihubungan ke port USB. Nah selain pemindahan file secara manual seperti itu, Sony Alpha 7R memiliki fitur Wi-Fi dan NFC untuk memindahkan file dari kamera ke ponsel (smartphone iOS maupun
Android). Untuk menggunakan transfer file menggunakan Wi-Fi terlebih dahulu di ponsel kamu harus di install aplikasi yang namanya PlayMemories Mobile. Untuk iOS kamu dapat download melalui App Store Apple atau di Android kamu dapat men-downloadnya melalui Google Play Store.

7r_14

Cara meng-copy file menggunakan Wi-Fi ke smartphone:

  • Nyalakan kamera Sony Alpha 7R
  • Masuk ke Menu, pilih menu Send to Smartphone
  • Pilih Select on Smartphone (kamu dapat menseleksi gambar dari tampilan di ponsel
  • Wi-Fi di kamera akan aktif
  • Nyalakan smartphone, aktifkan koneksi Wi-Fi
  • Pilih Device kamera yang tertera, lalu masukkan passwordnya (lihat password pada layar kamera)
  • Setelah ponse dan kemera terkoneksi
  • Jalankan aplikasi PlayMemories Mobile di ponsel kamu
  • Tunggu sesaat, aplikasi akan menampilan direktori per tanggal yang isinya terdapat hasil jepretan foto maupun video
  • Lalu kita dapat men-seleksi foto/video sesuai yang kita ingin copy

Kesimpulan:

Poin utama yang mutlak bila kamu ingin meminang kamera Sony Alpha 7R adalah, sensor yang dimiliki adalah Full Frame, saat ini  Sony Alpha seri 7 hanya satu-satunya kamera mirrorless yang menggunakan sensor Full Frame. Dengan sensor Full Frame hasil jepretan identik dengan serapan gambar yang lebih detil dan warna yang tajam. Bila ingin mendapatkan hasil jepretan foto yang indah dan
memukau setara kamera papan atas DLSR tapi ingin bobot bodi kamera yang ringan maka Sony Alpha seri 7 juga solusinya. Lensa  yang disediakan Sony untuk kamera ini sudah cukup lengkap, wide-middle bisa gunakan 24-70mm, untuk tele bisa gunakan 70-200mm dan untuk foto model bisa gunakan lensa fix 35mm dan 55mm.

7r_15

Kelebihan:
+ Sensor Full Frame
+ Hebat dalam kondisi Low-Light
+ Koneksi transfer file via Wi-Fi & NFC

Kekurangan:
– FPS masih terasa kurang dibanding kawan-kawannya

Lihat Galeri Foto:


Lihat Video:

6 Responses to Review: Sony Alpha 7R, Kamera Mirrorless Sensor Full Frame

  1. krisna says:

    ya ampuuuuuunnnnnn ini seh mirrorless killer, pembunuh dlsr hahaaaaa

  2. hayadi says:

    AF nya cepet gak om?

  3. burung flappy says:

    ya iyaa laaahhh
    carl zeiss gito loohh

  4. andro id says:

    wuw kamera mirrorles full frame
    terobosan sony neh, yahud!!

  5. Cahyadi says:

    Sony lensanya mahal mahal euy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *