Review: Fujifilm X100, Kamera Kompak Bentuk Tradisional Dengan Fitur Digital

Bagi kamu yang ingin memiliki kamera digital yang unik, berkelas dan berkualitas bagus, kamu bisa mencoba untuk meminang kamera kompak dari Fujifilm X100. Bentuknya seperti kamera-kamera jadul tradisional zaman dulu yang masih menggunakan roll film tapi sesungguhnya kamera ini mengusung teknologi kamera digital yang terdepan. Mengingat bentuk kamera digital SLR yang bongsor-bongsor dan berat, kamera Fujifilm X100 ini bentuknya sederhana, mudah dan enteng untuk dibawa-bawa kemana-mana. Yang ingin praktis dalam berkamera namun ingin memiliki sentuhan yang unik, kamera Fujifilm X100 adalah pilihan yang tepat.

Fitur unggulan:

  • 12 megapixel menggunakan CMOS sensor APS-C
  • Lensa Fixed 23mm F2 (setara dengan lensa 35mm di full frame)
  • Layar LCD 2,8″ – Optik Hybrid (jendela bidik elektronik)
  • Kontrol pengaturan kecepatan, aperture dan kompensasi exsposur dengan gaya tradisional
  • ISO 100 (L), 200-6400, 12800 (H)
  • Flash internal
  • Rekam film 1280×720 HD dengan suara stereo

Spesifikasi:

  • Sensor 23.6 x 15.8mm APS-C CMOS sensor
  • Fujifilm EXR processor
  • Material bodi Magnesium alloy
  • Dimensi 125.5mm (Lebar) x 74.4mm (Tinggi) x 53.9mm (Diameter)
  • Berat 405g
  • Format file gambar JPG, RAW, JPG+RAW
  • Rekam video 1280 x 720 HD, 24fps, Stereo sound
  • Lensa 23mm, F2 – F16, Super EBC Coating
  • Auto focus 49 titik seleksi
  • Mode focus Single shot (S-AF), Continuous (C-AF), Manual (MF)
  • Lampu asisten AF
  • Jendela bidik Hybrid Optical, Eye sensor
  • ISO 200 – 6400 (Standard Output Sensitivity)
  • White balance Auto & Kostumasi
  • Drive modes Single, Continuous (5 or 3 fps), Self-timer (2 or 12 sec)
  • Penyimpanan data SD/SDHC/SDXC
  • Koneksi data USB 2.0, Mini HDMI
  • Batere NP-95 Lithium-Ion


Rancangan Desain & Bodi

Gaya yang klasik ala kamera tradisional benar-benar dibenamkan pada kamera kompak Fujifilm X100 ini, bentuk-bentuk tombol, putaran setting, lensa, jendela bidik, bahan material dan warna semua gaya kamera tradisional. Namun tombol- tombol tersebut memiliki fungsi yang berbeda dari kamera tradisional karena kamera ini sebenarnya adalah kamera kompak digital. Kamera dengan penampilan tradisional namun mengusung teknologi digital kamera yang moderen. Hingga kepada balutan kulit yang menyelimuti sebagia besar dari bodi kamera ini, benar-benar sentuhan klasik sekali.

Dari tampak depan mungkin sebagian orang beranggapan bahwa kamera ini memang kamera gaya klasik tradisional, tapi bila dilihat dari tampak belakang maka bisa disimpulkan bahwa kamera ini adalah kamera murni digital, karena terlihat layar LCD. Memang disaat peluncuran Fujifilm X100 ini beberapa waktu lalu dapat menarik hati dan perhatian para pecinta fotografi. Bagaimana tidak, dengan tampilan kamera klasik tradisional tapi memiliki tekologi kamera digital yang moderen. Bentuk jendela bidik (view finder), lampu blits, lensa, tombol jepret (shutter) sangat kental dengan gaya desain kamera jadul, sangat terlihat klasik.

Kualitas Lensa

Fujifilm X100 menggunakanlensa fixed yang artinya lensa yang tidak bisa di lepas pasang. Lensa yang digunakan 23mm yang seukuran 35mm pada lensa full frame. Bagi yang sudah terbiasa dengan kecepatan kamera-kemara digital SLR mungkin untuk mengoperasikan Fujifilm X100 sedikit tidak dapat tergesa-gesa. Dengan kita mengatur bukaan aperture diafragma secara manual kita dapat membidik subjek agar menghasilkan gambar yang tajam atau menciptakan efek bokeh yang manis. Karena kamera ini sudah mengusung CMOS sensor APS-C, maka kualitas gambar yang dihasilkan sangat bagus, jernih, tajam dan warnanya juga hidup. Tidak kalah dengan kamera-kamera digital SLR kelas menengah keatas.

Bagi yang kamu yang ingin menyetting AV, caranya kamu cukup memutar para ring lensa, disana ada petunjuk bertulisan dengan angka 2, 2.8, 4, 5.6, 8, 11 dan 16. Kamu dapat memilih sesuai kebutuhan kamu atau posisi A untuk mode Automatis. Lalu untuk settingan TV, kamu bisa melihatnya pada bagian atas kamera yang terdapat tombol bulat putaran yang bertulisan dengan angka 4, 8, 15 hingga 4000, dan untuk posisi A adalah sama untuk mode Automatis juga. Serta bila kamu ingin merubah settingan ISO kamu cukup menekan tombol kecil yang bertulisan Fn pada bagian atas sudut kanan pada kamera.

Performa

Pertama yang perlu diperhatikan bagi calon pengguna kamera Fujifilm X100 ini adalah bisa dipastikan bahwa hasil jepretan kamera ini sangat bagus tidak kalah dengan kamera-kamera digital SLR kelas menengah keatas. Namun yang juga perlu diperhatikan adalah cara penggunaannya, dimana bagi yang sudah terbiasa dengan kamera digital SLR yang begitu cepat, maka untuk kamera Fujifilm X100 harus sedikit lebih sabar penggunaannya, tidak bisa secepat dan selincah kamera digital SLR. Kamera ini juga tidak dilengkapi dengan fitur ‘Image Stabilization’ sehingga alangkah lebih baiknya bila memoto tangan tidak banyak gerak atau goyang.

Yang menarik lagi kamera ini memiliki jendela bidik (View Finder) dengan Optik Hybrid, jadi kamu bisa melihat membidik dengan tampak sungguhan atau dengan versi digital (layaknya tampilan di LCD tapi ini didalam jendela bidik). Dan jendela bidik ini memiliki sensor dimana bila kita tidak sedang membidik maka jendela bidik tidak aktif dan bila mata kita mendekat ke jendela bidik maka baru aktif, ini benar-benar membuat kita merasakan pengalaman unik tersendiri.

Pengoperasian & Penggunaan

Untuk menyalakan kamera ini, cukup memutar tombol puteran yang berada di atas kanan yang bertulisan ON dan OFF. Lalu untuk menampilkan menu setting bisa kamu tekan tombol yang bertulisan ‘Menu OK’ dibagian belakang disamping LCD. Semuad dapat dilakukan dengan mudah, tanpa kesulitan yang berarti. Dari dalam menu setting tersebut semua fitur settingan ada didalamnya. Tanpa perlu membaca buku petunjukpun rasanya pengoperasian kamera ini cukup mudah dimengerti dan di gunakan.

Untuk para pemula atau yang kurang begitu mengerti men-setting kamera ini. Bisa kamu set F nya ke A (mode Automatis) lalu untuk Speed-nya bisa kamu set ke angka 125 atau bisa juga kamu set ke A (mode Automatis). Lalu untuk ISO bisa kamu pilih dengan menekan tombol kecil Fn di atas kanan bisa kamu set ke 200, 400 atau 800 tergantung dari kondisi pencahayaan saat itu. Lalu bila kamu ingin foto subjek dekat jangan lupa lensa di set ke fitur Macro. Menurut penulis rasanya sudah cukup dengan mengetahui settingan umum yang telah disebutkan untuk dapat menggunakan kamera Fujifilm X100 dengan nyaman. Dan satu hal lagi yang perlu diperhatikan, usahakan didalam mengambil gambar minimalisir goncangan pada lengan/kamera untuk dapat menghasilkan yang sangat tajam.

Contoh Hasil Foto

Aksesoris

Bila kamu beruntung membeli kamera kompak Fujifilm X100 kamu mendapatkan Hood dan penutup bodi kamera yang terbuat dari bahan kulit bewarna coklat. Untuk memasang hood-nya, kamu terlebih dahulu harus melepaskan ring luar yang melekat pada ujung lensa, setelah dibuka baru kita bisa memasangkan hood-nya. Semakin cantik dan keren saja dengan penambahan hood berserta tutup bodi kulitnya. Lalu aksesori yang dijual terpisah adalah untuk tombol shutter-nya dimana bisa ditambahin diatasnya denga cara memutar untuk menguatkan aksesoris tersebut, ada yang bentuknya bulat, pipih, bentuk kumbang, bergambar naga, dll.

Kesimpulan

Bagi kamu yang bosan dengan kamera pocket yang ringkih atau kamera digital SLR yang begitu bongsor dan ribet, bisa mencoba kamera Fujifilm X100 ini, selain bentuknya yang memang antik dan klasik. Soal kualitas gambar tidak diragukan, kamu akan mendapatkan hasil gambar yang tajam, detil dan warnanya hidup. Mungkin bagi kamu para kaum wanita yang modis dan hobi foto-foto bisa gandeng kamera ini. Atau bagi pecinta jalan-jalan wisata bisa gunakan kamera ini untuk dapat mengabadikan perjalanan kamu, pemandangan yang luas, menangkap didalam ruangan yang cukup lebar, meng-closeup subjek semua bisa dilakukan dengan mudah oleh kamera Fujifilm X100. Pengalaman didalam membidik subjek melalui jendela bidik (view finder) membuat keasikan tersendiri, karena bisa membidik dengan tampilan sesungguhnya atau secara digital layaknya layar LCD tapi ini tampil didalam jendela bidik tersebut.

Kelebihan:
+ Desain bodi yang klasik (tradisional)
+ Kualitas gambar foto yang tajam, detil dan warna yang hidup
+ Jendela bidik (view finder) dapat mode elektronik

Kekurangan:
– Lensa tidak bisa zoom
– Auto Focus tidak secepat kamera DSLR
– Tidak ada Image Stabilization

Galeri foto:


Lihat video:

9 Responses to Review: Fujifilm X100, Kamera Kompak Bentuk Tradisional Dengan Fitur Digital

  1. santi says:

    mo minta koko gw beliin ah 🙂

  2. doddy says:

    mo tanya kamera ini bisa buat long exposure gak ya ??

  3. andro id says:

    kalo mau lebih profesional, ambil fujifilm x-pro 1 tapi modelnya gak klasik kayak x100 gini

  4. AA' KOMENG says:

    mantep min reviewnya bikin orang kepengen
    ngilerrrr…….

  5. tantono says:

    bokeh jg tuh lensa
    pantes f nya bisa 2
    sayang gak bisa ngezum
    setidaknya lensa bisa gonta ganti

  6. cyberphone says:

    Harga brpan ?

  7. MieMien says:

    nyaingin leica modelnya , T-O-P

  8. Buah APPLE says:

    keren nih kamera X100, yang dipake sama spiderman kah ? mirip

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *